Alih Teknologi oleh Masyarakat Riau

Masyarakat Riau Sudah Saatnya Berkesempatan Ikut dalam Alih Teknologi Tanaman Tepat Guna

Image
Friday, 02 February 2018 | 09:16:50 WIB


PEKANBARU (nusapos.com)Saat masyarakat Indonesia masih meneruskan tradisi agrarisnya, teknik ataupun teknologi pengembangan dan pendistribusian jenis tanaman yang bisa menghasilkan panen cukup memuaskan hingga inkam yang cukup besar, kita sebenarnya tidak khawatir akan bagaimana nasib pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Riau.  Bidang pertanian dan perkebunan di Riau merupakan potensi besar yang harus menjadi perhatian masyarakat Riau.  

Kondisi perekonomian masyarakat Riau akan berubah menjadi lebih baik, jika 50% bener-benar konsen dan tetap berupaya di bidang pertanian, pengembangan tanaman jenis tumbuhan dan tanaman buah, serta perkebunan.  Pengembangan teknologi tabulampot (tanaman buah dalam pot) merupakan suatu bentuk nyata akhir-akhir ini yang bisa kita semua kembangkan dan petik hasil panennya.

Para penggiat tabulampot di Riau, saat ini, sedang giat menanam tanaman buah tin, buah zaitun,  mahkota dewa, kurma, jeruk Palestina, dan berbagai varian tanaman buah lainnya.  Semua jenis varian tanaman buah tersebut bernilai jual tinggi serta membawa manfaat yang banyak bagi manusia.  Gerakan masyarakat dalam memilih serta menanam varian tanaman tersebut,  menghendaki perhatian terus menerus dan tetap fokus dalam mengembangkan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya tanaman tersebut,  agar dapat terus panen berulang-ulang ataupun tidak putus di tengah jalan.

Redaksi nusapos.com  begitu memperhatikan perihal ini, dengan alasan bahwa,  sektor penghidupan lain dalam rangka pencarian inkam,  sudah begitu banyak pemerannya, sehingga kecil kemungkinan untuk dapat meningkatkan inkam.  Oleh karena itu, diperlukan suatu keinginan besar, dari beberapa orang Riau agar benar-benar konsen dan fokus dalam budi daya tanaman bernilai jual tinggi.

(Andra - Nusapos.com)

Sumber : Riset Pertumbuhan Ekonomi Alumni FISIP UNPAS BANDUNG

Laporan : -

Editor : Andi Saputra

loading...