Ini Penyebab Banyak Korban Meninggal dalam Kebakaran Pabrik Kembang Api

Image
Friday, 27 October 2017 | 20:15:08 WIB 345

nusapos.com-Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi menuturkan para korban kebakaran gudang pabrik kembang api kawat di Kosambi, Tangerang, tidak terkunci di dalam. Pintu gudang sebetulnya bisa dibuka sebagai akses untuk meloloskan diri.

Hal demikian disampaikan Purwadi menanggapi anggapan bahwa para korban terjebak di dalam gudang karena terkunci sehingga tidak bisa lepas dari kobaran api. "Kata korban yang selamat, bahwa begitu kejadian, dia sempat keluar dari pintu utama, jadi enggak dikunci sama sekali," kata dia di RS Polri Kramat Jati, Jumat (27/10) dinihari.

Namun, sayangnya, beberapa korban yang lain tidak bisa keluar dari pabrik karena api menjalar hingga membakar pintu utama. Akibatnya, jalur untuk menyelamatkan diri tertutup sehingga korban pun terjebak di dalam.

"Begitu 3 atau 4 orang keluar, ternyata di dekat pintu itu ada gudang bahan baku, sehingga pintunya terbakar dan mereka enggak bisa lagi keluar. Bukan karena terkunci, tapi karena api sehingga mereka menjauh dari pintu keluar, jadi enggak benar (terkunci dari dalam)," katanya.

Seperti diketahui, ada 46 korban selamat dari insiden kebakaran di pabrik kembang api kawat di Kosambi, Tangerang. Seluruhnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyaj 16 orang di antaranya telah dipulangkan.

Sementara korban meninggal sebanyak 47 orang. Seluruh identitas jenazah sampai saat ini masih diidentifikasi di RS Polri Kramat Jati.

Sementara itu sebanyak 28 orang belum ditemukan pasca insiden kebakaran pabrik pembuatan kembang api kawat di Kosambi, Tangerang. Jumlah tersebut didasarkan atas laporan keluarga yang datang ke Posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Jakarta Timur, sampai Jumat (27/10) dini hari.

Kepala Bidang Pelayanan Dokpol Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Kombes Pol Sumirat menuturkan, 28 orang yang dilaporkan pihak keluarga itu belum dapat dipastikan kondisinya. Posko Ante Mortem masih mengumpulkan data nama-nama orang yang belum ditemukan.

"Kami masih mengumpulkan data. Jadi 28 ini belum pasti meninggal, karena bisa saja yang bersangkutan sebetulnya tidak masuk kerja atau mungkin ada di rumah sakit BUN Kosambi Tangerang," ujar dia saat ditemui di RS Polri Sukanto Kramat Jati, Jumat (27/10) dini hari.

Sumirat mencontohkan, dari 28 orang yang dilaporkan hilang itu, satu dinyatakan berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak BUN Kosambi, Tangerang. Dia pun berharap agar keluarga dari pihak yang bekerja di pabrik tersebut dapat segera melapor ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.

Sumirat menambahkan, asal 28 orang yang belum ditemukan itu memang beragam. Namun kebanyakan merupakan warga Tangerang atau sekitarnya. "Yang bekerja di sana kebanyakan orang sekitar situ," ucapnya.


Sumber : piramidnews

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
Internasional
Post
bengkalis