Akhirnya, Hampir Puluhan Ribu Guru Gelar Aksi Mimbar Bebas di Pekanbaru

Image
Friday, 23 October 2015 | 03:45:16 WIB


Pekanbaru - Pagi Jum'at, 23 Oktober 2015, Pekanbaru kembali terbangun dengan suara kebenaran dalam Forum Guru Melawan Asap (FGMA) menuntut pemerintah untuk menetapkan status bencana asap di pulau Sumatera, provinsi Riau dan pulau Kalimantan menjadi bencana Nasional. Massa juga meminta pemerintah serius menangani bencana asap yang ada di provinsi Riau.

Pertimbangan yang sudah menyatu di antara semua guru di Riau, mengalami kendala besar dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) pada masing-masing sekolah, belum juga dapat diatasi selama 2 bulan terakhir ini. Para pelajar diliburkan dengan mengikuti 'perasaan' antara 5 hari sekolah, kemudian kembali libur 5 hari, namun, setelah itu terjadi keterlambatan pendistribusian informasi bagi para siswa dan orang tua siswa dari sekolah.  Komunikasi antara orang tua dan para guru di masing-masing sekolah, seiring dengan kondisi udara yang sudah terpolusi oleh kabut asap ini, belum menjadi faktor yang diperhatikan bagi pihak pemerintah daerah. Dilematis perihal kesehatan dan pentingnya Proses Belajar Mengajar (PBM) saling berbanding terbalik sewaktu-waktu.  

Massa FGMA juga meminta para pelaku pembakar hutan dan lahan dihukum seberat-beratnya. "Presiden, kapolri, dan jaksa agung menghukum perusahaan dan perorangan yang membakar hutan," inilah ketegasan dari ungkapan semua guru yang hadir di mimbar bebas.

(nusapos.com/Andra)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...